Terwujudnya Tangerang Selatan yang Maju, Berbudaya dan Berkeadilan melalui Kreativitas, Inovasi dan Kolaborasi. Visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut

1

Ciri sebuah kota yang maju adalah terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) yang tercermin melalui pelayanan publik yang efektif, efisien, dan tepat sasaran sesuai dengan semangat zaman yang relevan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Konsep penataan kota yang maju, baik dalam hal pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia, berpegang pada prinsip pembangunan berkelanjutan yang setara, adil dan inklusif serta mampu menyesuaikan diri dengan revolusi industri 4.0

2

Peradaban sebuah kota tumbuh dan berkembang dengan berpijak pada akar-akar budaya yang menjadi cikal bakal dan menopang masyarakat kota tersebut. Seluruh upaya pembangunan yang dilakukan di kota tersebut tak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai budaya yang ada serta menjunjung tinggi keluhurannya. Sebuah masyarakat kota yang berbudaya tercermin melalui karakternya yang toleran, guyub, dan kolaboratif mengedepankan kepentingan bersama.

3

Masyarakat yang berkeadilan adalah masyarakat yang mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan golongan, mengupayakan konsensus (musyawarah mufakat) dan kerjasama (gotong royong/kolaborasi) untuk mencapai kemakmuran bersama yang tidak diskriminatif terhadap satu kelompok atau golongan manapun.

4

Untuk mencapai tatanan masyarakat sebagaimana dijelaskan di atas, diperlakukan semangat bekerja dan berkarya nyata di berbagai bidang kehidupan. Pemerintah mendorong, membuka ruang dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing.

5

Percepatan-percepatan pembangungan dan penyelesaian masalah-masalah kota dan masyarakat dikerjakan dengan melakukan inovasi sosial serta memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inovasi pelayanan publik menjadi penjuru bagi semangat percepatan perubahan ke arah yang lebih baik

6

Semangat kolaborasi (kerjasama/gotong royong) menjadi perekat sekaligus pendorong bagi tercapainya seluruh cita-cita di atas. Kerjasama antar elemen pemerintah kota, sinergi dan koordinasi dengan seluruh level pemerintahan secara vertikal dari level bawah hingga pusat, kemitraan antar pemerintah daerah, serta konektivitas seluruh elemen masyarakat termasuk dari kelompok intelektual, pengusaha, dan aktivis.